Tuesday, 30 July 2019

Daily Activity ( Croissant D1 ) English

Halo guys!
Welcome back to my blog! It's been a long tima since the last time i wrote my blog, but anyway that's because i got holiday for a month. I'm actually trying to write any Travel Blog because that's also my hobby after cook.

Today is my first day of practic this year, new student year or my senior year or my final year of college. My final year of study culinary at Polytechnic of Tourism Makassar. Im trying to enjoy it and also Focus at little while.

Croissant, today i made croissant. Oh no, let me fix it. Im learning how to make croissant. I can't remember when is my last time made, i think a year ago or before Intership last year. But it's okay, no "late" for learn over again.


I will share the recipe of croissant in the next blog.
Let's start it.
First, i prepared the ingredients
The method of making croissant is straigh dough method,
Straight dough method is mix all dry ingredient in the same time. But, for croissant or any bread which use yeast and salt should do a little different method. Yeast and croissant couldn't be together in the same time, yeast will will dir because of salt.
Next,
Kneading the dough while add milk slowly, also if it already 3 or 5 min then you can add salt.
First rest for the dough before add croissant fat in chiller for 1 or 2 hours.
Roll the croissant fat till thin and then keep it in freezer so it could be stay freeze.

After 1 or 2hours, the dough will will become bigger. Roll the dough and prepare croissant fat then add to the dough. Roll it again and then make a simple single folding. Rest in the chiller. Do it 3times, roll - fold - chiller
Count the dough and make it triangle.
Last, roll it from the bottom to the top.
Give egg wash before bake to the oven for 350°f / 180°c and 25mins.
This the finally look after bake.
It's actually failed.
But its okay, learn from the mistake.
I can do it better tomorrow, hopefuly.

Thank you for read!
Ciao

Monday, 29 July 2019

Daily Activity (Croissant D1)

Halooooooo semuanya!
Selamat datang kembaliiiIiii di blog kuliner tercinta kitaaa:)))
Hari ini adalah hari pertama untuk perkuliahan semester 5, tidaklah mudah untuk menjalani hari ini karena sebulan lebih berlehe-lehe di rumah alias libur. Tapi tenang, berakit-rakit dahulu lalu berenang-renang ke tepian. Perlahan tapi pasti akan kebiasaan.

Jadi hari ini kami dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok Korean's Food, kelompok America Latin's Food dan kelompok saya sendiri yaitu kelompok Croissant. Kata croissant pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kalian, iya kan? Tapi ada banyak hal yang kalian belum ketahui tentang croissant!

Disini kita akan sama-sama belajar bagaimana cara untuk membuat Croissant dengan method dan resep yg tepat. Kalau kalian masih baca sampai disini itu artinya kalian luar biasa!!! Yasudah mari kita mulai.

Untuk recipe akan saya berikan di blog selanjutnya ya, ini hanya proses dan cara serta tips. Pertama siapkan semua bahan yang diperlukan dan jangan lupa alat ya.
Morang kedua, campurkan semua bahan kering kecuali garam ! Garam apabila dicampur bersamaan maka akan bertemu dengan Ragi, yang dimana artinya Ragi akan mati dan tidak akan berfungsi sebagai apapun untuk adonan. Ditambahkan terakhir serta sedikit demi sedikit sama halnya dengan Milk.
Langkah ketiga, setelah semua bahan tercampur maka akan dibutuhkan yang namanya Rest atau diistirahatkan. Adonan akan diistirahatkan atau disimpan di chiller selama kurang lebih 1 jam. Kenapa? Karena selain dibutuhkan adonan yg tetap dingin, alasan lainnya juga ada ragi tidak mati pada suhu ruangan.
Ini adalah adonan sebelum diistirahatkan.
Sambil menunggu adonan mengembang, maka sebaiknya Fat atau Lemak croissant di pipihkan dan disimpan di freezer agar tetap beku.
Setelah 1 jam, keluarkan adonan dan lihat perubahannya.
Lalu Roll menggunakan roll pin.

Setelah di roll, letakkan Fat atau Butter croissant dan ditengah-tengah adonan, lalu dilipat dan kembali diistirahatkan. Lipatan croissant ada 2 yaitu Single dan Double. Sebaiknya menggunakan lipatan Single - double - single atau single - single - double.
kan terlihat seperti ini apabila fat atau butter telah di masukkan. Lalu di roll dan lipat Single.
Setelah 3 kali lipatan, sekarang saatnya pencetakan  setelah dicetak jangan lupa di diamkan selama 20-30 menit suhu ruangan sebelum si bake dan juga diolesi campuran telur dan susu lalu bake.
Di bake kurang lebih 35menit atau hingga berwarna coklat keemasan
Nah teman-teman, ini adalah hasil percobaan pertama saya dan ini tidak berhasil atau gagal. Saya sendiri masih belum tahu letak kesalahanku dimana tapi saya akan mencoba lagi besok.

Terima kasih sudah membaca blogku hari ini:).
Bye

Monday, 17 June 2019

Oriental Buffet

1. THAI BEEF SALAD


Salad dari negeri gajah ini memang berbeda dari salad yang lainnya. Dengan paduan paduan pedasnya cabai, gurihnya kecap ikan, dan asamnya jeruk nipis bersatu padu dengan segarnya sayur dan daging panggang yang ditaburi dengan cincangan kacang tanah. Biasanya, daging sapi pada thai beef salad di grill medium well untuk mendapatkan kelezatannya. Sayuran dalam salad ini jika rajin dikonsumsi bermanfaat untuk menghaluskan kulit.


2. CHINESE SPINACH AND PEANUT SALAD


Bayam rebus dan kacang goreng disajikan dalam balutan cuka jahe khas negeri ginseng. Bayam lembut dan kacang tanah yang renyah memberi Anda rasa mulut yang memuaskan. Kue tar sedikit manis dan rasanya sangat menyegarkan. Sederhana, bergizi tinggi, dan mudah dimasak.


3. TOMYAM


Tom yam , juga kadang-kadang disebut tom yam atau dom yam) adalah sup yang berasal dari Thailand. Sup ini merupakan salah satu makanan Thailand yang terkenal. Di Thailand, tom yum biasanya dibuat dengan udang (tom yum goong), ayam (tom yum gai), ikan (tom yum pla), atau makanan laut yang dicampur (tom yum talay atau tom yum po taek) dan jamur.


4. PHO BO


Phở adalah masakan mi sapi dari Vietnam. Makanan ini berasal dari Hanoi dan menyebar ke selatan hingga ke Kota Ho Chi Minh, dan ke seluruh dunia.
Mi untuk phở disebut bánh phở, dibuat dari tepung beras. Setelah mi dan tauge diletakkan di dalam mangkuk, di atasnya diletakkan irisan daging ayam atau irisan tipis daging sapi (mentah atau matang sesuai selera). Bila irisan daging sapi mentah yang digunakan, siraman kuah panas membuat irisan daging menjadi matang. Sebelum dihidangkan, di atas mi ditaburkan irisan daun bawang, daun ketumbar, atau bawang bombay sebagai penyedap.
Kuah dibuat dengan cara menggodok potongan besar daging sapi, tulang sapi, atau buntut sapi dengan perlahan hingga didapat kaldu yang kental, namun bening. Proses pembuatan kuah untuk phở bisa berlangsung berjam-jam hingga sehari semalam. Rempah-rempah untuk kaldu terdiri dari jahe, kayu manis, dan bunga lawang. Phở sering dihidangkan bersama cakwe, dan dinikmati dengan tambahan sambal botol, kecap ikan, cuka, atau perasan jeruk limau.


5. GAI TOD TAKRAI


Serai sering digunakan untuk hidangan penyedap, tetapi untuk resep Thailand ini, takrai (serai) ditumbuk sampai menjadi halus dan berserat, dan digoreng garing untuk dimakan bersama dengan ayam goreng. Resep ini merebus ayam sebelum menggoreng agar dagingnya tetap berair dan empuk. Maka dari itu, disebut dengan ayam goreng serai.


6. YAM MAKEUA YO


Salad ini terdiri dari irisan terong Thailand dengan saus cabai klasik, kapur, dan saus ikan serta beberapa rempah segar.Tentu saja tidak terlalu banyak untuk menjadi "asli" Thailand, tetapi juga bukan versi tradisional dari hidangan ini, yang menyerukan untuk memanggang seluruh terong dan kemudian menggabungkan daging lembut, rasa berasap dengan yang di atas bahan-bahan selain udang kering dan telur rebus.


7. TORI NO TERIYAKI


"Teriyaki" adalah salah satu metode memasak Jepang yang terkenal. Namun saya tidak yakin itu dimasak sejak kapan, saya akrab dengan makanan Teriyaki sejak kecil. Di Jepang, kami memasak daging dan ikan sebagai Teriyaki. Makanan populer adalah ayam, ekor kuning, salmon dll. Juga satu toko hamburger bernama "Mos Burger" berhasil oleh "Teriyaki Buger." 
Saya tahu Teriyaki adalah metode memasak yang populer di AS sekarang. Saya belum mencobanya ketika saya mengunjungi AS, jadi saya tidak yakin sama dengan Teiryaki Jepang. Tetapi seseorang mengatakan itu tidak sama. Jadi tori no teriyaki adalah ayam teriyaki.


8. ONIGIRI


Onigiri (bahasa Indonesia: nasi kepal) adalah nama Jepang untuk makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat sehingga berbentuk segitiga, bulat, atau seperti karung beras. Dikenal juga dengan nama lain omusubi, istilah yang kabarnya dulu digunakan kalangan wanita di istana kaisar untuk menyebut onigiri. Onigiri dimakan dengan tangan, tidak memakai sumpit.
Onigiri juga dijual di toko kelontong di Hong Kong, daratan Cina, Taiwan, dan Korea Selatan. Dalam bahasa Korea, makanan ini disebut "jumeok bap" (Hangul: 주먹밥) atau "samgak gimbap" (Hangul: 삼각김밥), arti harfiah: "nasi kepal" atau "nasi segi tiga rumput laut".


9. TANG YUAN


Ronde adalah makanan tradisional China dengan nama asli Tāngyuán (Hanzi=湯圓;penyederhanaan=汤圆; hanyu pinyin=tāngyuán). Nama tangyuan merupakan metafora dari reuni keluarga (Hanzi=團圓;penyederhanaan=团圆) yang dibaca tuányuán (menyerupai tangyuan). Ronde terbuat dari tepung ketan yang dicampur sedikit air dan dibentuk menjadi bola, direbus, dan disajikan dengan kuah manis. Ukurannya bisa kecil atau besar, diberi isi maupun tidak. Masyarakat China biasa mengonsumsi tangyuan saat festival Yuanxiao atau Festival Lampion atau Festival Dongzhi (Hanzi=冬至;penyederhanaan=冬至; Korea=동지;Vietnam=Đông chí; Indonesia=Hari Wedang Ronde)atau pada setiap kesempatan diadakan perkumpulan keluarga, misalnya saat pesta pernikahan.
Menurut legenda , pada masa Dinasti Han, terdapat seorang dayang kerajaan bernama Yuanxiao. Ia sangat merindukan kedua orang tuanya tetapi tidak dapat meninggalkan istana, akhirnya ia terus menangis dan ingin bunuh diri. Seorang menteri yang mengetahu hal tersebut berjanji akan menolongnya. Apa yang perlu dilakukan Yuanxiao adalah membuat Tangyuan sebanyak mungkin (yang merupakan masakan terbaik yang bisa ia buat) sebagai persembahan kepada dewa pada tanggal 15 bulan 1 Imlek. Yuanxiao berhasil melakukannya dan sang kaisar merasa puas. Yuanxiao diizinkan bertemu kedua orang tuanya. Semenjak saat itu, pada tanggal 15 bulan 1 penanggalan Imlek diadakan Festival Yuanxiao atau Festival Lampion.


10. KHAO HEOW MA MUANY


Ketan mangga atau mango sticky rice adalah hidangan penutup Thailand yang terbuat dari beras ketan, mangga, dan santan. Makanan ini dapat dimakan dengan garpu, sendok, atau langsung dengan tangan. Meskipun berasal dari Thailand, makanan ini dikonsumsi di wilayah geografis Indochina di Asia Tenggara, seperti Laos, Kamboja, dan Vietnam. Ketan mangga lazim menjadi sajian dalam puncak musim mangga pada musim panas bulan April dan Mei di Thailand.
Bahan utama yang dibutuhkan adalah beras ketan, santan segar atau yang sudah dikalengkan, garam, gula aren, dan mangga. Mula-mula, beras ketan direndam dalam air dan kemudian dimasak dengan cara dikukus atau menggunakan penanak nasi. Sementara itu, santan kelapa dicampur dengan garam dan gula, lalu dipanaskan tanpa mendidih. Setelah ketan yang dimasak telah tanak, masukkan ketan dalam campuran santan, lalu aduk dan tunggu hingga santan meresap ke dalam ketan. Untuk menyiapkan hidangan ini, kupas dan iris mangga. Lalu, taruh mangga di wadah beserta campuran ketan yang ditaruh di sampingnya. Sisa santan yang belum terpakai dapat ditambahkan ke dalam ketan untuk menambah cita rasa gurih. Kadang-kadang ketan dapat ditambahkan taburan kacang kuning renyah.
Pada umumnya, mangga kuning yang disajikan dalam ketan mangga memiliki rasa yang lebih manis dari mangga hijau. Di Thailand, mangga dengan jenis "Nam Doc Mai" (mangga nektar bunga) atau jenis "ok-rong" yang digunakan.[butuh rujukan]Mangga jenis lain yang berasal dari wilayah Meksiko dan Karibia juga dapat disajikan.[butuh rujukan]Beras ketan bergluten pun umumnya dijadikan bahan ketan dibandingkan beras ketan biasa karena bertekstur lebih baik.
Makanan ini sebaiknya dihabiskan setelah dihidangkan. Jika dimasukkan ke dalam kulkas atau dibiarkan berhari-hari, ketan akan mengeras dan sulit dimakan. Ketan pun akan cepat basi karena mengandung santan.


11. TANG ZHONG


Tangzhong adalah semacam starter yang terbuat dari tepung dan air, yang konon bisa menghasilkan roti lembut dan ringan. Setelah dicoba, ternyata benar! Hasil rotinya benar-benar fluffy, tender, dan ringan seperti kapas. Anda bebas mengisinya dengan apa saja. Favorit saya adalah peanut butter & jelly. Kalau mau dibuat jadi roti tawar juga bisa. Resep ini merupakan adaptasi dari resep milk bread dari King Arthur Flour.


12. INEON NO GOMA AE


Bayam mengenakan saus wijen kacang gurih, Salad Bayam Jepang ini dengan Dressing Wijen (Spinach Gomaae) adalah lauk sayuran sehat yang cocok dengan segalanya.Bayam atau kacang hijau sering memakai saus wijen dalam masakan Jepang.Kami menyebut hidangan ini " Goma-ae (胡麻 和 え)". Saus wijen manis dan gurih yang dibuat dengan biji wijen yang baru ditumbuk menambah rasa kaya dan pedas pada sayuran hijau segar yang menyegarkan.






Indonesian Buffet

1. Plecing sayur.


Plecing sayur adalah masakan khas Indonesia yang berasal dari Lombok. Plecing sayur terdiri dari kangkung yang direbus dan disajikan dalam keadaan dingin dan segar dengan sambal tomat, yang dibuat dari Cabai rawit, garam, terasi dan tomat, dan kadangkala diberi tetesan jeruk limau. sebagai pendamping Ayam taliwang, plecing kangkung biasanya disajikan dengan tambahan sayuran seperti taoge, kacang panjang, kacang tanah goreng, ataupun urap. Kangkung yang digunakan untuk masakan ini juga sangat khas, tidak seperti tanaman kangkung sayur yang misalnya lazim di Pulau Jawa, tetapi berupa kangkung air yang biasanya ditanam di sungai yang mengalir dengan metode tertentu, yang menghasilkan kangkung dengan batangan besar yang renyah.


2. RENDANG


Rendang atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan. Rendang dapat dijumpai di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini populer di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand. Di daerah asalnya, Minangkabau, rendang disajikan di berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Meskipun rendang merupakan masakan tradisional Minangkabau, masing-masing daerah di Minangkabau memiliki teknik memasak serta pilihan dan penggunaan bumbu yang berbeda.


3. Ayam Taliwang


Ayam Taliwang adalah makanan khas Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat yang berbahan dasar daging ayam. Daging ayam tersebut dibakar dengan bumbu cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, tomat, terasi goreng, kencur, gula merah, dan garam. Makanan ini biasanya disajikan bersama makanan khas Lombok yang lain, misalnya plecing kangkung.


4. Doko Doko cangkuning


Doko-doko Cangkuning (Bugis) atau Roko-roko Cangkuning merupakan salah satu kue tradisonal Bugis yang sebenarnya sudah ada diseluruh nusantara, meski serupa namun pada dasarnya tidak sama. Di Jawa, kue ini dikenal dengan nama kue mendut, dibungkus dengan daun pisang muda dengan dilipat segiempat sedangkan di Sumatera, terutama Sumatera Barat, kue ini disebut dengan nama “lapek bugis” atau “lepat bugis”, dibungkus dengan daun pisang dan dilipat menyerupai piramida. Doko artinya bungkus yang diisi dengan adnonan bugis yang disebut cangkuning. Karena dibungkus lagi dengan daun, makanya dinamakan doko-doko cangkuning. Berikut Resep kue doko-doko Cangkuning.




5. Soto Banjar


Soto Banjar adalah soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkih. Soto berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat. Seperti halnya soto ayam, bumbu soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica, tetapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis lebih dulu dengan sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu dihidangkan.


6. Ikan cuka


Nama masakan Padang yang boleh dibilang langka ini adalah masakan Ikan Cuka atau Ikan Cuko biasa disebut seperti itu, merupakan sebuah paduan Ikan Sisiak sejenis Ikan Tuna kecil yang ada di pasaran kota Padang, digoreng bumbu dan dipadu dengan bawang utuh, cabe utuh ditambah bumbu rempah kemudian ditambah dengan cuka asam sehingga menghasilkan hidangan nan gurih dan menyegarkan.
Cabe Utuh, Bawang Utuh yang telah dimasak dalam paduan kuah dan bumbu terasa lembut dilidah, harus sabar memang memasak masakan ini karena butuh beberapa tahapan seperti menyiapkan bahan, menggoreng ikan kemudian menyatukan semua kedalam satu kesatuan sup. Pastinya setelah selesai memasak anda akan terkesima dengan keunikan rasa yang ditawarkan oleh masakan Ikan Cuka.


7. Dojang nakeng


Dojang Nakeng yaitu makanan laut yang berasal dari flores di kota ruteng 140 km ke daratan , makanan ini disajikan dengan menggunakan mint.


8. Rujak mie



Rujak asal Palembang ini memakai kuah cuka dan gula merah. Isiannya lengkap mulai dari mie kuning, suun, dan tauge. Sedap! Rujak mie dari Palembang menggunakan mie kuning basah dan suun sebagai bahan utamanya. Pelengkap lainnya berupa tahu, tauge yang sudah diseduh air panas dan mentimun. 
Kuahnya dibuat dari rebusan air, gula merah, cuka, dan bumbu halus yang terdiri dari cabai rawit merah, bawang putih, ebi, dan garam. Taburannya berupa bawang merah goreng dan kerupuk mie yang renyah gurih. 
Ada yang mengatakan rujak mie adalah modifikasi dari pempek karena warga Palembang tak bisa jauh dari panganan berbahan ikan ini. Pempek dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan dalam isian rujak.
Meski tidak dibuat dari buah dan sayuran segar, nama rujak pada hidangan ini agaknya menggambarkan sensasi segar saat menyantapnya. Biasanya rujak mie dinikmati sebagai camilan pada sore hari. Selain pempek, ada yang memilih menambahkan tahu putih goreng ke dalam racikan rujak. Rasanya tak kalah enak karena ada sensasi lembut gurih dari tahu.

9. Bubuh injin



Bubuh Injin atau yang lebih dikenal dengan istilah bubur ketan hitam ini berasal dari Pulau Dewata. Kalau ditilik lebih seksama tak ada yang membedakannya dengan bubur ketan hitam biasanya. Mungkin hanya penamaannya saja yang berbeda di setiap daerah.

Bubuh Injin ini terbuat dari beras ketan hitam yang dimasak dengan gula merah. Sebagai pelengkap biasanya saat penyajian diberikan areh atau kucuran santan kental yang telah dimasak dengan garam dan juga daun pandan agar wangi. Tapi saya pernah menjumpai bubuh injin di salah satu resto Bali, mereka menyajikan bubuh injin bukan dengan areh melainkan dengan memberikan taburan kelapa yang sudah diparut. Bubuh injin atau bubur injin biasanya disajikan saat di rumah masyarakat Bali ada keramaian, pesta atau kumpul warga.

Agar terasa lebih segar, bubuh injin bisa juga disajikan dengan memberikan beberapa potong es batu sehingga rasanya jadi lebih segar. Tapi kalau yang tidak terlalu suka, bubuh injin pun enak disajikan selagi hangat. Tinggal pilih saja sesuai selera.

Sunday, 16 June 2019

Roux and Bechamel Sauce

Local Food



1. Mie Titi





Mie Titi sudah jadi hidangan kuliner khas Makassar. Tapi masakan mi kering dan dilengkapi kuah berbumbu kental ini, ternyata bukanlah nama sebuah mie. Titi sebenarnya adalah sapaan akrab mendiang Angko Tjao, ayah dari Freddy Koheng, pemilik usaha Mie Titi di Jl. Dr Wahidin Sudirohusodo (Jl. Irian), Makassar.

Titi pun bukan sebutan orang atau nama diri. Dalam bahasa Tionghoa, Titi berarti adik laki-laki. Seiring waktu, hingga 1990-an, mie titi akhirnya menjadi usaha keluarga. Bagi warga Tionghoa-Makassar di era 1950 an, khusunya di kawasan Pecinan, Angko Tjao adalah pedagang mie khas. Saat itu, warga sekitarnya menyebutnya mi dadar atau mi yang digoreng dengan sedikit minyak, lalu ditekan-tekan pada wajan hingga gepeng menyerupai telur dadar.

Mie bakar atau goreng adalah masakan khas Tionghoa, yaitu Mie Kwantong. Sedang mi goreng sedikit basah adalah masakan khas Tionghoa, yaitu Mie Hokkian. Kalau pun kemudian, kini lebih dikenal dengan mie kering, itu karena mienya disajikan tidak dalam keadaan basah, seperti mie kuah atau mie bakso, melainkan dalam keadaan kering.

Bahan-bahan :

- 500 gr Mie basah/mie kuning tipis

- 1 ikat Sawi hijau

- 2 buah Dada ayam, potong kotak-kotak

- 5 buah Bakso kotak, potong kecil-kecil

- 2 butir Telur, kocok lepas

- 4 siung Bawang putih, haluskan

- 2 sdm Tepung maizena, dilarutkan dengan sedikit air

- 1 liter Air

- Garam secukupnya

- Gula pasir secukupnya

- Merica bubuk secukupnya

- Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat :

1. Rendam mie dengan air hangat selama 3 menit. Kemudian goreng mie sampai kering

2. Sambil menggoreng mie. Rebus dada ayam sampai masak dan simpan air rebusannya

3. Kemudian rebus bakso hingga matang, sisihkan

4. Tumis bawang putih sampai harum, kemudian masukkan air rebusan ayam, lalu masukkan bakso, ayam dan sawi hijau

5. Tambahkan garam, gula dan merica. Koreksi rasa dan masak sebentar

6. Tuangkan larutan maizena, masak hingga kuah agak kental, lalu masukkan telur sambil terus diaduk searah jarum jam. Masak hingga kuah kental

7. Tata mie kering diatas piring, kemudian tuangkan kuah diatasnya. Sajikan

2. Kue Buroncong



Kue buroncong khas makassar adalah salah satu kue yang hingga kini masih diminati, bentuknya mirip dengan pukis yang berbentuk setengah lingkaran. Kue ini terbuat dari tepung terigu yang dicampur dengan parutan kelapa muda, soda kue, gula dan juga santan. Cara membuat kue buroncong ini adalah dengan memanggangnya dalam cetakan di atas bara api yang berasal dari kayu bakar.

Konon kue ini sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu, bahkan mungkin ratusan tahun lalu oleh masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya. Memang belum ada sumber atau data yang tahu betul kapan asal mula pastinya kue tradisional ini ditemukan. Kue ini punya beberapa nama lain seperti baroncong atau guroncong. Nama-nama tersebut adalah penyebutan orang Bugis untuk kue tersebut. Kue buroncong dulunya dijajakan secara berkeliling menggunakan gerobak dorong atau pikulan. Penjual kue buroncong akan berkeliling pada pagi hari dan siang hari untuk mencari pembeli. Tapi sekarang sudah banyak penjual yang membuka dagangannya di rumah.

Bahan-bahan :

- 250 gr Tepung terigu

- 250 gr Kelapa muda, parut

- 100 gr Gula pasir

- 1 butir Kuning telur

- 500 ml Air

- Garam secukupnya

Cara Membuat :

1. Campurkan terigu, kuning telur dan air sedikit demi sedikit, aduk (boleh menggunakan mixer) hingga berbentuk adonan kental

2. Masukkan gula dan garam, aduk rata. Tambahkan kelapa parut, aduk rata kembali. Adonan dapat ditambahkan sedikit air bila terasa sangat kental, namun jangan sampai terlalu encer

3. Panaskan cetakan. Tuang adonan ke dalam cetakan, lalu tutup. Biarkan hingga matang dan agak mengembang. Angkat

4. Taburi dengan gula pasir secukupnya dan sajikan selagi hangat










Sumber :

http://makassar.tribunnews.com/2012/09/24/ini-asal-mula-mie-titi-di-makassar
https://cookpad.com/id/resep/253724-mie-titi-mie-kering-makassar-simple
http://beritamks.com/kue-buroncong-kue-khas-makassar-yang-legendaris/
https://dapur-teh-enur.blogspot.com/2015/08/cara-membuat-kue-baroncong-khas-kota-makassar.html

Local Food

1. Barongko






Barongko merupakan makanan khas Bugis-Makassar yang terbuat dari pisang yang dihaluskan, telur, santan, gula pasir, dan garam. Kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus. Jika sudah matang, dimasukkan ke dalam kulkas atau bisa juga langsung disantap hangat.


Dahulu, Barongko disajikan sebagai hidangan penutup bagi raja-raja Bugis-Makassar. Selain itu, kue ini biasa dihidangkan juga dalam pesta adat, pernikahan, khitanan, mappanre temme’, aqiqah dan sebagainya. Meskipun terlihat sederhana dan mudah cara membuatnya, namun kue barongko ini mempunyai nilai filosofis yang sangat tinggi. Bahan utamanya terbuat dari pisang, bungkusannya pun terbuat dari daun pisang. Ini memliliki makna bahwa haruslah sama apa yang terlihat di luar dengan apa yang tersimpan di dalam diri kita. Makna lainnya adalah apa yang terpikirkan dan yang dirasakan haruslah selaras dengan tindakan yang akan dilakukan.


Bahan :


- 600 gr Pisang kepok matang
- 1,5 liter Santan, dari 2 buah kelapa
- 8 butir Telur
- ½ kaleng Susu kental manis
- 200 gr Gula pasir
- ¼ sdt Garam
- 15 lembar Daun pisang, potong ukuran 30x15 cm
- Tusuk gigi atau lidi secukupnya untuk menyemat


Cara Membuat :



1. Kupas pisang lalu buang bagian tengah atau biji-biji hitamnya agar hasil akhir dari barongko tidak berbintik hitam.
2. Blender pisang bersama santan, telur, dan gula pasir secara bertahap hingga halus. Pindahkan adonan ke dalam wadah.
3. Ambil 2 lembar daun pisang lalu susun/tumpuk jadi satu. Tuangkan ½ cangkir adonan pisang ke dalam daun pisang, lalu bungkus perlahan jadi bentuk tum. Sematkan dengan tusuk gigi atau lidi. Ulangi langkah ini hingga semua adonan habis terbungkus.

4. Panaskan panci kukus/dandang hingga muncul uap. Kukus barongko selama 25 menit hingga matang dan daun terlihat layu berubah warna. Angkat. Dan barongko siap disajikan.


2. Coto Makassar






Coto makassar atau coto mangkasara adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dinikmati dengan ketupat dan "burasa" atau yang biasa dikenal sebagai buras, yakni sejenis ketupat yang dibungkus daun pisang.


Coto makassar diperkirakan telah ada semenjak masa Kerajaan Gowa di abad ke-16. Dahulu hidangan coto bagian daging sapi sirloindan tenderloin hanya disajikan untuk disantap oleh keluarga kerajaan. Sementara bagian jeroan disajikan untuk masyarakat kelas bawah atau abdi dalem pengikut kerajaan. Saat ini coto makassar sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, mulai di warung pinggir jalan hingga restoran.


Bahan :


- 1 kg Daging sapi
- 5 batang Serai, memarkan
- 2 liter Air cucian beras putih
- 5 lembar Daun salam
- 3 sdm Minyak goreng
- 5 cm Jahe, memarkan
- 1 ruas Lengkuas, memarkan


Bumbu Halus :


- 250 gr Kacang tanah, sangrai
- 10 siung Bawang putih
- 8 butir Kemiri, sangrai
- 1 sdm Ketumbar, sangrai
- 1 sdt Jinten, sangrai
- 1 sdt Merica butiran
- 1 sdt Garam


Bahan Pelengkap :


- Bawang merah goreng
- Seledri yang sudah diiris
- Daun bawang yang sudah diiris


Cara Membuat :



1. Rebus daging sapi menggunakan air cucian beras bersama dengan langkuas, jahe, daun salam dan serai yang sudah dimemarkan. Rebus hingga daging menjadi empuk. Setelah itu, potong- potong daging membentuk dadu. Tiriskan. Jangan buang air rebusan atau kaldu tadi.
2. Siapkan wajan dan panasakan minyak goreng. Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan tumis hingga matang dan harum.
3. Panaskan kembali air kaldu. Lalu masukkan bumbu yang sudah ditumis, aduk rata. Kemudian masukkan potongan daging sapi ke dalam kuah. Masak sebentar dan matikan kompor. Sajikan dengan taburan bawang goreng, seledri dan baung bawang.




























Sumber :


https://id.wikipedia.org/wiki/Barongko
http://apakabarkampus.com/2017/11/05/filosofi-barongko-si-manis-lembut-asli-bugis-makassar/
https://resepkoki.id/resep-barongko/
https://selerasa.com/resep-coto-makassar-kuliner-nusantara-yang-enak-dan-lezat | Selerasa.com
https://id.wikipedia.org/wiki/Coto_Makassar

Survei Market

Welcome back guys! Back again on Visit Local Market content, so on this week i was visiting local market, this local market are located at ...